Genset Diesel Makan 40% Budget Operasional Tambang Anda? Ini Cara Perusahaan Tambang Terbesar Memotongnya Jadi Hampir Nol

Banyak tambang di Indonesia masih mengandalkan genset diesel sebagai sumber listrik utama. Solusi ini memang mudah diterapkan di lokasi terpencil. Namun, biaya operasinya terus meningkat setiap tahun. Seorang Site Manager

Banyak tambang di Indonesia masih mengandalkan genset diesel sebagai sumber listrik utama. Solusi ini memang mudah diterapkan di lokasi terpencil. Namun, biaya operasinya terus meningkat setiap tahun.

Seorang Site Manager tambang nikel di Sulawesi pernah melakukan evaluasi konsumsi energi. Hasilnya cukup mengejutkan. Perusahaannya menghabiskan sekitar Rp2,1 miliar per bulan untuk diesel. Sebagian besar biaya tersebut berasal dari genset yang beroperasi di bawah kapasitas optimal.

Kondisi ini umum terjadi di berbagai site pertambangan. Genset harus disiapkan untuk menghadapi peak load. Namun, sebagian besar waktu operasional berlangsung pada beban yang jauh lebih rendah.

Mengapa Biaya Energi Tambang Sangat Tinggi?

Operasi pertambangan memiliki tantangan energi yang unik.

  • Lokasi terpencil tanpa akses PLN
  • Ketergantungan penuh pada genset diesel
  • Biaya logistik bahan bakar yang tinggi
  • Kebutuhan maintenance rutin
  • Risiko keselamatan dan lingkungan

Pada banyak site, harga solar setelah biaya logistik dapat mencapai Rp18.000–25.000 per liter. Selain itu, genset memerlukan service berkala setiap 250–500 jam operasi.

Tidak mengherankan jika biaya operasional tambang Indonesia sering kali didominasi oleh pengeluaran energi. Pada beberapa tambang terpencil, biaya diesel dapat menyumbang hingga 45% dari total OPEX.

Energy Storage Menjadi Alternatif yang Lebih Efisien

Perkembangan teknologi Battery Energy Storage System (BESS) membuka peluang baru bagi industri pertambangan. Sistem ini memungkinkan energi disimpan dan digunakan sesuai kebutuhan beban aktual.

Salah satu contoh penerapan sukses datang dari proyek infrastruktur kritis di Hong Kong. Dengan menggunakan sistem energy storage dari AMPD Energy, proyek tersebut berhasil menurunkan biaya energi secara signifikan sekaligus mengurangi emisi dan kebisingan.

Keberhasilan serupa kini mulai menarik perhatian sektor pertambangan yang menghadapi tekanan biaya operasional dan target keberlanjutan.

Solusi AMPD untuk Operasi Pertambangan

AMPD Energy menghadirkan AMPD 200 dan AMPD 400. Keduanya menggunakan teknologi CATL Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dirancang untuk aplikasi industrial heavy-duty.

AMPD 400 memiliki kapasitas penyimpanan 430 kWh dan output nominal 428 kVA. Sistem ini mampu mendukung berbagai kebutuhan operasional tambang, termasuk belt conveyor, pompa dewatering, workshop, dan area lighting.

Keunggulan utama yang relevan untuk tambang meliputi:

  • Penghematan OPEX hingga 80–86%
  • Payback period sekitar 3,5–4,3 tahun
  • Noise level jauh lebih rendah dibanding genset
  • Zero tailpipe emission
  • Instalasi modular untuk lokasi terpencil
  • Dukungan overload hingga 595 kVA selama 10 detik

Dengan kombinasi BESS dan genset, mesin diesel dapat beroperasi pada titik efisiensi terbaik. Konsumsi bahan bakar pun turun secara signifikan.

Saatnya Mengurangi Ketergantungan pada Diesel

Harga komoditas yang fluktuatif menuntut tambang untuk mengendalikan setiap komponen biaya. Energi menjadi salah satu area dengan potensi penghematan terbesar.

Perusahaan yang berhasil menekan biaya operasional tambang Indonesia akan memiliki daya saing yang lebih kuat dalam jangka panjang. Teknologi energy storage berbasis LFP menawarkan solusi yang sudah terbukti secara teknis maupun finansial.

Jika site Anda masih bergantung sepenuhnya pada genset diesel, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi potensi penghematan energi melalui BESS.

Masih mengandalkan genset diesel sebagai sumber energi utama? Ketahui berapa besar potensi penghematan yang bisa dicapai di site Anda. Hubungi tim kami untuk mendapatkan analisis energi dan simulasi penghematan berdasarkan data konsumsi aktual operasional tambang Anda.

Whatsapp : +62 811-8111-3032

Email : sales@protk.co.id

Kembali ke atas