Di Bawah Jakarta: Bagaimana AMPD 400 Memungkinkan Proyek Sewerage Paling Kritis Indonesia Berjalan Tanpa Satu Detik Gangguan

Di bawah Jalan Pluit Raya, Jakarta Utara, sebuah Microtunnel Boring Machine bekerja tanpa henti. Mesin tersebut membangun bagian penting dari jaringan sewerage modern Jakarta. Proyek ini merupakan bagian dari Jakarta

Di bawah Jalan Pluit Raya, Jakarta Utara, sebuah Microtunnel Boring Machine bekerja tanpa henti. Mesin tersebut membangun bagian penting dari jaringan sewerage modern Jakarta.

Proyek ini merupakan bagian dari Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zone 1. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan sistem pengolahan air limbah bagi jutaan warga Jakarta.

PT Tohoma Mandiri dipercaya untuk menangani pekerjaan microtunneling pada proyek strategis ini. Lingkungan proyek berada di area padat penduduk dengan standar operasional yang sangat ketat.

Di lokasi seperti ini, keandalan power supply menjadi faktor utama keberhasilan pekerjaan.

Tantangan Operasional yang Tidak Bisa Ditoleransi

Microtunneling memiliki karakteristik berbeda dibandingkan konstruksi konvensional.

Proses slurry microtunneling harus berjalan secara konsisten. Gangguan listrik dapat menghentikan pompa slurry dan mengganggu proses pengeboran.

Lokasi proyek juga berada dekat dengan kawasan permukiman. Kebisingan dan emisi menjadi perhatian utama bagi warga sekitar.

Selain itu, kebutuhan daya proyek tergolong tinggi. Beban puncak mencapai 566 kW dan beban kontinu sekitar 385 kW.

Kondisi tersebut membuat tim engineering membutuhkan solusi yang mampu memberikan performa stabil tanpa mengorbankan lingkungan sekitar.

Mengapa Memilih AMPD 400

Setelah mengevaluasi berbagai opsi, PT Tohoma Mandiri memilih AMPD 400 tunneling sebagai solusi utama.

Genset diesel berkapasitas besar menghasilkan kebisingan tinggi dan membutuhkan pasokan bahan bakar rutin. Sementara itu, koneksi grid permanen membutuhkan waktu implementasi yang panjang.

AMPD 400 mampu menjawab kebutuhan proyek secara menyeluruh.

Beberapa keunggulan yang mendukung operasional proyek meliputi:

  • Output nominal 428 kVA
  • Kapasitas overload 595 kVA selama 10 detik
  • Kemampuan menangani motor start MTBM
  • Tingkat kebisingan sekitar 65 dBA
  • Zero emission di area kerja
  • Monitoring real-time melalui koneksi 4G
  • Pengisian daya menggunakan koneksi PLN yang tersedia di lokasi

Kombinasi fitur tersebut memberikan fleksibilitas tinggi untuk pekerjaan konstruksi bawah tanah di area urban.

Hasil Operasional yang Terukur

Selama proyek berlangsung, performa sistem menunjukkan hasil yang sangat konsisten.

Dari sisi operasional, sistem mencapai uptime sebesar 99,9%.

Tidak ada gangguan power yang memengaruhi operasi MTBM. Seluruh motor start surge berhasil ditangani tanpa trip.

Tidak ada hari kerja yang hilang akibat masalah kelistrikan.

Dari sisi komunitas, proyek berjalan tanpa keluhan kebisingan dari warga sekitar.

Tidak ada teguran terkait emisi maupun kebisingan. Selain itu, tidak terjadi insiden fuel spill selama proyek berlangsung.

Dari sisi finansial, penggunaan AMPD 400 tunneling menghasilkan penghematan OPEX sekitar 30–35% per bulan dibandingkan skenario full diesel.

Proyek juga menghilangkan kebutuhan satu unit genset backup 250 kVA.

Biaya bahan bakar yang sebelumnya diperlukan dapat dikurangi sekitar Rp45–60 juta setiap bulan.

Membuktikan Masa Depan Konstruksi Urban

Proyek JSDP Zone 1 menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur modern tidak harus mengorbankan lingkungan sekitar.

Kontraktor kini memiliki alternatif yang lebih bersih, lebih senyap, dan lebih efisien dibandingkan solusi konvensional.

Keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa teknologi power modern mampu mendukung konstruksi bawah tanah dengan standar performa tinggi.

Proyek tunneling atau pipe jacking Anda butuh power yang tidak pernah gagal — di lingkungan yang tidak toleran terhadap noise dan emisi? Ini spesialisasi kami.

Whatsapp : +62 811-8111-3032

Email : sales@protk.co.id

Kembali ke atas